Cinta dan Kecewa

-Cinta & Kecewa -
:copyright:Ddewi

Beberapa bulan ini, ada anak didik kami yang melakukan pelanggaran. Karena sistem kami adalah mengenal anak itu sampai ke potensi genetik nya maka kami berusaha adil ketika memberikan keputusan.
Tidak menyamakan 1 keputusan untuk semua anak, mungkin kalau orang lain mendengarkan hal ini. Kok gak mudah gitu ya!
Ketahuilah, Dewi yang sudah berkecimpung dalam hal ini pun masih mengalami yang namanya tidak mudah itu.
Kenapa tidak mudah?
Karena tidak ingin mematahkan jiwa anak didik. Hanya itu.
Karena menurut Dewi saat ini, ego Dewi harus diturunkan untuk merangkul jiwa mereka. Pasrah, itu lah yang kurasakan. Ini gimana, harus gimana, walaupun tadi sudah mengatakan pasrah.
Setelah berdiskusi dengan Bunda. Inti perkataan beliau adalah "gunakan komunikasi dari hati saat berhadapan dengannya".
Berhari-hari, Dewi berusaha memupuk energi yang tidak kecil, berhari-hari mengalami hal yang luar biasa banget. Sampai terbit lah kalimat yang ku ucapkan tanpa perlu naik urat.
"Kamu tau gak kalau teteh itu kecewa karena teteh merasakan ya Allaah kok anak didik saya begini ya Allaah, ma'af Dewi belum bisa memberikan yang terbaik, sedih banget teteh tu dek, teteh berdiam diri bukan berarti tanpa alasan sayang, tapi 1 hal yang perlu adek tahu ya. Teteh saat ini merasakan kecewa tapi ternyata rasa cinta dan sayang teteh lebih besar daripada rasa kecewa itu dek. Teteh sayang sama kalian, makanya teteh berusaha menjaga kalian, bukan teteh melarang kebebasan yang kalian inginkan. Karena kita adalah berlian yang berharga, dan kita harus terjaga."
Ku sampaikan benar-benar dari lubuk hati yang terdalam, dan aku meresapi setiap kata yang ku keluarkan ini untuk pelajaran ku dan untuk orang yang mendengarkan ku saat ini.
Sang anak pun menangis sejadi-jadinya.
Dan Dewi katakan ma'afkan teteh ya:pray:🏼 .

#catatandd #17.10.22

Komentar

Postingan Populer